Dalam industri e-commerce yang semakin kompetitif, Last Mile Delivery menjadi salah satu faktor paling krusial dalam menentukan kepuasan pelanggan. Tahun 2025 diprediksi menjadi masa di mana perusahaan e-commerce harus dapat memberikan layanan pengiriman yang lebih cepat, efisien, dan fleksibel untuk memenangkan pasar.
Artikel ini membahas mengapa last mile delivery menjadi sangat penting, tantangan yang dihadapi pelaku industri, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan performa pengiriman.
π Apa Itu Last Mile Delivery?
Last Mile Delivery adalah tahap akhir dalam proses pengiriman barang, yaitu perjalanan paket dari hub atau gudang terakhir ke alamat pelanggan. Meski hanya mencakup jarak pendek, tahap ini menjadi fase yang paling kompleks dan mahal dalam rantai logistik.
Last mile delivery sangat memengaruhi:
β’ Kecepatan pengiriman
β’ Biaya operasional
β’ Kepuasan pelanggan
π Mengapa Last Mile Delivery Penting di 2025?
Tahun 2025 membawa perubahan besar dalam perilaku belanja online. Pelanggan menuntut pengiriman lebih cepat, lebih akurat, dan lebih transparan. Hal ini dipengaruhi oleh:
β’ Peningkatan volume pesanan e-commerce
β’ Ekspektasi layanan same-day dan next-day delivery
β’ Urbanisasi dan kepadatan kota yang meningkat
β’ Persaingan antar pemain logistik yang semakin ketat
Perusahaan yang mampu mengoptimalkan last mile delivery akan memiliki keunggulan kompetitif signifikan.
π Tantangan Utama Last Mile Delivery
1. Biaya operasional tinggi
Tahap last mile biasanya menghabiskan 50% dari total biaya pengiriman.
2. Kemacetan dan akses jalan
Terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
3. Kebutuhan tracking real-time
Konsumen ingin tahu posisi paket setiap saat.
4. Pesanan volume tinggi saat peak season
Misalnya saat Harbolnas, Ramadhan, dan akhir tahun.
5. Pengiriman gagal (failed delivery)
Alamat tidak lengkap atau penerima tidak ada di rumah.
π Strategi Efektif Last Mile Delivery di 2025
1. Penggunaan Teknologi AI & Machine Learning
AI membantu memetakan rute pengiriman terbaik, memprediksi permintaan, dan mengurangi waktu tempuh.
2. Micro-Fulfillment Center (MFC)
Gudang mini di tengah kota mempercepat pengiriman last mile, cocok untuk same-day delivery.
3. Crowdsourced Delivery
Mengandalkan kurir freelance (mirip ride-hailing) untuk meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi.
4. Integrated Tracking System
Transparansi status pengiriman meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mengurangi customer complaint.
5. Penggunaan Kendaraan Ramah Lingkungan
Seperti electric bike dan electric van untuk mendukung keberlanjutan sekaligus efisiensi biaya.
6. Locker Pickup & Click-and-Collect
Mengurangi resiko failed delivery dan mempercepat proses serah terima paket.
βΈ»
π§ Contoh Implementasi Last Mile Delivery di Indonesia
β’ Marketplace besar menggunakan kurir instan untuk same-day di kota besar.
β’ Jasa logistik membuka gudang urban untuk mendekatkan stok ke pelanggan.
β’ Retail offline mengadopsi omnichannel, sehingga pembeli bisa pickup di toko.
β’ Perusahaan logistik mulai menggunakan EV (electric vehicle) untuk last mile.
π Kesimpulan
Last Mile Delivery akan menjadi salah satu penentu keberhasilan industri e-commerce di tahun 2025. Perusahaan yang mampu mengoptimalkan strategi pengiriman tahap akhir akan memenangkan loyalitas pelanggan, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperkuat posisi mereka di pasar yang semakin kompetitif.
Dengan memanfaatkan teknologi, inovasi operasional, dan pendekatan customer-centric, last mile delivery dapat menjadi keunggulan utama dalam industri e-commerce modern.
















